Dosen Manajemen Mutu Halal UNSIL Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Batukaras

Pangandaran — Program Studi Manajemen Mutu Halal, Fakultas Agama Islam, Universitas Siliwangi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Universitas Siliwangi dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat, tata kelola kelembagaan desa, serta pengembangan potensi pariwisata yang berkelanjutan dan ramah terhadap kebutuhan wisatawan.

Kegiatan pengabdian melibatkan seluruh dosen Program Studi Manajemen Mutu Halal, dua orang dosen dari Program Studi Ekonomi Syariah, serta tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam tiga tim pengabdian yang menjalankan program sesuai dengan bidang dan kebutuhan mitra di Desa Batukaras.

Kegiatan diawali dengan pembukaan serta sambutan dari Tim Pengabdian Universitas Siliwangi dan Pemerintah Desa Batukaras. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Batukaras diwakili oleh Kepala Desa Batukaras, Hadi Somantri, S.IP., dilanjutkan dengan penyerahan plakat dan cenderamata serta foto bersama antara Tim Pengabdian Universitas Siliwangi dan Pemerintah Desa Batukaras.

Salah satu fokus kegiatan adalah peningkatan literasi mengenai pariwisata ramah Muslim (Muslim-Friendly Tourism). Materi dirancang secara praktis agar dapat diterapkan oleh masyarakat serta pelaku usaha wisata di Batukaras. Pembahasan mencakup pentingnya memberikan pelayanan wisata yang ramah, jujur, bersih, aman, serta memperhatikan kebutuhan dasar wisatawan Muslim.

Dalam materi tersebut ditekankan bahwa pengembangan pariwisata ramah Muslim bukan berarti membatasi Batukaras hanya untuk wisatawan Muslim. Sebaliknya, pendekatan tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dengan tetap menjadikan Batukaras sebagai destinasi yang terbuka bagi seluruh wisatawan. Beberapa aspek sederhana yang dapat diterapkan antara lain informasi makanan yang jelas, kebersihan tempat makan, ketersediaan air bersih, informasi tempat ibadah, transparansi harga, kebersihan homestay, keamanan aktivitas wisata, serta pelayanan yang ramah. Materi juga memperkenalkan pengembangan paket wisata Batukaras yang mengintegrasikan pantai, surfing, kuliner, homestay, kerajinan, dan aktivitas masyarakat lokal.

Program ini sekaligus mengajak masyarakat melihat bahwa peningkatan kualitas layanan bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan wisatawan, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa. Produk wisata yang sebelumnya berjalan secara terpisah dapat dirangkai menjadi paket wisata sehingga manfaat ekonomi dapat tersebar kepada lebih banyak pelaku usaha lokal.

Selain penguatan sektor pariwisata, kegiatan pengabdian juga memberikan perhatian terhadap transformasi tata kelola BUMDes Mitra Marlin Batukaras. Program diarahkan pada optimalisasi Good Corporate Governance (GCG), digitalisasi pencatatan keuangan melalui sistem SIAPIK, serta penguatan promosi digital. BUMDes Mitra Marlin sendiri memiliki unit usaha yang bergerak di bidang pariwisata, peternakan, serta jasa dan usaha umum.

Pendampingan tata kelola BUMDes dikembangkan melalui tiga pilar utama, yakni GCG Hub untuk penguatan transparansi administrasi dan dokumen kelembagaan, SIAPIK Keuangan untuk mendukung pencatatan serta laporan keuangan yang lebih akuntabel, dan Promosi Digital untuk meningkatkan visibilitas unit usaha pariwisata dan penguatan citra Desa Batukaras.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat membantu BUMDes dalam membangun tata kelola yang semakin transparan dan profesional. Program juga mencakup pendampingan terhadap pengurus BUMDes dalam penggunaan SIAPIK, tata kelola GCG, serta optimalisasi media sosial untuk mendukung promosi unit usaha wisata Batukaras.

Pelaksanaan pengabdian tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyampaian materi satu arah. Peserta, tim pengabdian, dan Pemerintah Desa Batukaras terlibat dalam diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga berbagai materi yang diberikan dapat dikaitkan secara langsung dengan kondisi, kebutuhan, serta peluang pengembangan Desa Batukaras. Dalam rundown kegiatan, sesi diskusi dan tanggapan mendapatkan porsi yang cukup besar setelah pemaparan materi.

Melalui kolaborasi lintas program studi dan LPPM Universitas Siliwangi ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari proses pendampingan dalam membangun Desa Batukaras yang semakin kompetitif, tertata, ramah wisatawan, serta mampu mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat lokal.

Bagi Program Studi Manajemen Mutu Halal, kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghubungkan keilmuan halal dengan kebutuhan riil masyarakat. Keilmuan Manajemen Mutu Halal tidak hanya berkaitan dengan produk halal, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengembangan pelayanan, tata kelola, pariwisata, pemberdayaan usaha, dan penguatan ekosistem halal di tingkat desa.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, pelaku usaha, dan masyarakat, Desa Batukaras diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi yang ramah, bersih, aman, nyaman, profesional, dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat setempat.